Sabtu, 05 Oktober 2013

#Ekonomi Koperasi


PENGERTIAN KOPERASI 

Koperasi berasal dari kata “co” dan “operatio” yang mempunyai arti bekerja sama untuk mencapai tujuan. Secara umum Arifin Chanigo(1984:2) menyatakan koperasi merupakan :
“Suatu perkumpulan yang beranggotakan orang- orang atau badan- badan yang memberikan kebebasan masuk dan keluar menjadi anggota, dengan kerja sama secara kekeluargaan menjalankan usaha, untuk mempertinggi kesejahteraan anggotanya”

1. KONSEP KOPERASI
munkner dari university of manburg, jerman barat membedakan konsep koperasi menjadi dua: konsep koperasibarat dan konsep koperasi sosialis. Hal ini di latarbelakangi oleh pemikiran bahwa pada dasarnya, perkembangan konsep-konsep yang bersal dari Negara-negara berpaham sosialis, sedangkan konsep berkembang dinegara dunia ketiga merupakan perpaduan dari kedua konsep tersebut.

·         KONSEP KOPERASI BARAT
Konsep koperasi barat menyatakan bahwa koperasi merupakan organisasi swasta, yang di bentuk secara sukarela oleh orang-orang yang mempunyai persamaan kepentingan,dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi.
Dampak langsung koperasi terhadap anggotanya adalah ;
· Promosi kegiatan ekonomi anggota
· Pengembangan usaha koperasi dalam hal investasi formulasi permodalan, pengembangan sumber daya manusia(SDM), pengembangan keahlian untuk bertindak sebagai wirausahawan, dan kerjasama antarkoperasi secara horizontal dan vertical.
Dampak koperasi secara tidak langsung adalah sebagai berikut:
· Pengembangan kondisi social ekonomi sejumlah produsen skala kecil maupun pelanggan
· Mengembangkan inovasi pada perusahaan skala kecil,misalnya inovasi teknik dan metode produksi
· Memberikan distribusi pendapatan yang lebih seimbang dengan pemberian harga yang wajar antara produsen dengan konsumen, serta pemberian kesempatan yang sama pada koperasi dan perusahaan kecil.

·         KONSEP KOPERASI SOSIALIS
Konsep koperasi sosialis menyatakan bahwa koperasi direncankan dan dikendalikan oleh pemerintah, dan di bentuk dengan tujuan merasionalkan produksi, untuk menunjang perencanaan nasional.

·         KONSEP KOPERASI NEGARA INDONESIA
Munkner hanya membedakan koperasi berdasar konsep barat dan konsep sosialis. Sementara itu didunia ketiga, walaupun masih mengacu pada kedua konsep tersebut, namun koperasinya sudah berkembang dengan cirri tersendiri,yaitu dominasi campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangan. Adanya campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangan koperasi di Indonesia membuatnya mirip dengan konsep sosialis. Perbedaanya adalah, tujuan koperasi dalam konsep sosialis adalah untuk merasionalkan factor produks dari kepemilikan kolektif, sedangkan koperasi di Negara berkembang seperti di Indonesia, tujuanya adalah meningkatkan kondisi social ekonomi anggotanya.

2. PRINSIP-PRINSIP KOPERASI
> MENURUT MOHAMMAD HATTA (1980:14)
Koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong menolong. Selanjutnya dikemukakan bahwa gerakan koperasi adalah perlambang harapan bagi kaum ekonomi lemah,berdasarkanself-help dan tolong menolong diantara anggota- anggotanya, sehingga dapat melahirkan rasa saling percaya kepada diri sendiri dalam persaudaraan koperasi yang merupakan semangat baru dan semangat menolong diri sendiri. Ia didorong oleh keinginan memberi jasa kepada kawan, berdasarkan prinsip “seorang buat semua dan semua buat seorang”.
Hanel(1985)mengemukakan bahwa organisasi koperasi merupakan suatu system sosioekonomi. Maka agar dapat dipenuhi sebagai koperasi harus dipenuhi 4 kriteria sebagai nerikut :
1.      Kelompok Koperasi , Adalah kelompok individu yang sekurang kurangnya mempunyai kepentingan yang sama.
2.       Swadaya Kelompok Koperasi Adalah kelompok individu yang mewujudkan tujuannya melalui suatu kegiatan yang dilakukan secara bersama- sama. 
3.      Perusahaan Koperasi Adalah dalam melakukan kegiatan bersama, dibentuk suatu wadah yaitu perusahaan koperasi yang dimiliki dan dikelola secara bersama untuk mencapai tujuan yang sama. 
4.      Promosi Anggota Adalah perusahaan koperasi yang terdapat dalam organisasi tersebut, mempunyai tugas sebagai penunujang untuk meningkatkan kegiatan ekonomi.

> MENURUT UU NO 25 TH 1992
a.  bahwa Koperasi, baik sebagai gerakan ekonomi rakyat maupun sebagai badan usaha berperan serta untuk mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam tata perekonomian nasional yang disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi;
b. bahwa Koperasi perlu lebih membangun dirinya dan dibangun menjadi kuat dan mandiri berdasarkan prinsip Koperasi sehingga mampu berperan sebagai sokoguru perekonomian nasional;
c.  bahwa pembangunan Koperasi merupakan tugas dan tanggung jawab Pemerintah dan seluruh rakyat;
d.  bahwa untukmewujudkan hal-hal tersebut dan menyelaraskan dengan perkembangan keadaan, perlu mengatur kembali ketentuan tentang perkoperasian dalam suatu Undang-undang sebagai pengganti Undang-undang Nomor 12 Tahun 1967 tentang Pokok-pokok Perkoperasian.

DALAM DEFINISI ILO
terdapat 6 elemen yang dikandung dalam koperasi, yaitu :
-Koperasi adalah perkumpulan orang-orang
-Penggabungan orang-orang berdasarkan kesukarelaan
-Terdapat tujuan ekonomi yang ingin dicapai
-Koperasi berbentuk organisasi bisnis yang diawasi dan dikendalikan secara   demokratis
-Terdapat kontribusi yang adil terhadap modal yang dibutuhkan Anggota koperasi menerima resiko dan manfaat secara seimbang

    

Rabu, 26 Juni 2013

Tulisan Softskill 4

Selalu hadir dalam kehidupan kita
Baik itu senang atau susah
Tak perlu berkata ia pasti mendengar
Semua cerita akan tercampur dengan bumbu kisahnya
Menegur kala kita salah mengambil langkah
                                                         Menyokong kala kita mengangkat satu keputusan
                                                         Bertanggung jawab walau tak ikut menyebabkan
                                                         Meniupkan hawa kedamaian kala kita terbalut dalam emosi
                                                         Dan…
                                                         Selalu seperti itu hingga takdir memisahkan

TUGAS 3 - NOUN CLAUSE

NOUN CLAUSE

Nouns clause adalah klausa yang berfungsi sebagai nomina. Atau dengan kata lain noun clause juga digunakan atau memiliki fungsi yang sama sebagai noun (kata benda). Karena fungsinya sebagai nomina, maka noun clause dapat berfungsi sebagai: subject kalimat (subject of a sentence), object verba transitif (object of a transitive verb), object preposisi (object of a preposition), pelengkap (complement), dan pemberi keterangan tambahan (noun in apposition).
Fungsi dan Contoh Noun Clause

1. Noun clause sebagai subject kalimat (subject of a sentence)
    Contoh kalimat :
     • What you said doesn’t convince me at all.
        (Apa yang kamu katakan tidak meyakinkan aku sama sekali)
     • How he becomes so rich makes people curious.
        (Bagaimana dia menjadi begitu kaya membuat orang-orang menjadi penasaran.)
2. Noun clause sebagai object verba transitif (object of a transitive verb)
    Contoh kalimat:
     • I know what you mean.
        (Saya tahu apa yang kamu maksud)
     • I don’t understand what he is talking about.
        (Saya tidak mengerti apa yang sedang dia bicarakan) 
Verb (kata kerja) yang dapat diikuti oleh  noun clause, dalam hal ini diikuti frase “that-clause” antara lain:

Admit               : mengakui
Realize             : menyadari
Announce         : mengumumkan
Recommend    : menganjurkan
Believe             : percaya
Remember      : mengingat
Deny               : menyangkal
Reveal             : menyatakan, mengungkapkan.
Expect             : mengharapkan
Say                 : mengatakan
See                 : melihat
Forget             : lupa
Stipulate          : menetapkan
Hear               : mendengar
Suggest         : menganjurkan
Inform            : memberitahukan
Suppose         : mengira
Know             : mengetahui, tahu
Think              : berpikir, berpendapat.
Promise        : berjanji
Understand    : mengerti, memahami
Propose        : mengusulkan
Wish             : berharap

3. Noun clause sebagai object preposisi (object of a preposition)
    Contoh kalimat:
• Please listen to what your teacher is saying.
       (Tolong dengarkan apa yang sedang di bicarakan gurumu)
     • Be careful of what you’re doing.
  (Hati-hati dengan apa yang sedang kamu lakukan)
4. Noun clause sebagai pelengkap (complement)
    Contoh kalimat:
• The good news is that the culprit has been put into the jail.
       (Kabar baiknya adalah pelaku kejahatannya sudah dimasukkan ke penjara)
• This is what I want.
       (Ini adalah apa yang aku inginkan)
5. Noun clause sebagai pemberi keterangan tambahan (noun in apposition)
    Contoh kalimat:
     • The idea that people can live without oxygen is unreasonable.
    (Ide/gagasan bahwa orang dapat hidup tanpa oksigen itu tidak masuk akal)
• The fact that Adam always comes late doesn’t surprise me.
   (Kenyataan bahwa Adam selalu datang terlambat tidak mengejutkan saya)

I. Noun Clauses with Question Words
Contoh:
• I don’t know where he lives. • Do you know when they came? • Please tell me what you want! • I don’t understand why Susan is absent today. • I wonder who is outside. • I don’t know who she is. • I don’t know whose car that is.

Perhatikan contoh berikut ini:
a. Where does he live? a. I don’t know where he lives. b. When did they leave? c. Do you know when they left? d. What did she say? e. Please tell me what she said. f. Why is Jerry angry? g. I wonder why Jerry is angry. h. I don’t know who came to class. i. What happened? j. Tell me what happened?
Dari contoh di atas, yang termasuk klausa nomina atau noun clause adalah (b),(f), (h), (j), (l), sedangkan (a),(c),(e), (g), (i), (k) disebut sebagai kalimat tanya atau information question (wh-question). Jadi, noun clause with a question word dan information question berbeda pemakaiannya dalam suatu kalimat. Khusus untuk (d) adalah kalimat tanya (do you know…) yang di dalamnya mengandung klausa nomina (when they left).
Jangan sampai membuat kalimat seperti ini:
• I don’t know where do you live?
Kalimat di atas adalah clause dan tidak tepat jika menggunakan where do you live. Seharusnya kalimat itu menjadi seperti ini:
• I don’t know where you live.
Tetapi jika memang ingin bertanya, kalimatnya menjadi seperti ini:
• Where do you live?
Ini merupakan kalimat tanya bukan clause.

II. Noun Clause as Yes/No Questions
• Are they close friend?  (question)
          I don’t know if they are close friend.   (noun clause)
• Do you prefer lots of friends or just a few close friend?  (question)
          Tell me whether you prefer lots of friends.   (noun clause)

III. That Question

WH-Question, yaitu pertanyaan yang menggunakan kata tanya dengan Conjuction (penghubung) yang digunakan adalah :
• Who = siapa • Which = yang mana • Where = dimana • How = bagaimana • How much = berapa banyak • Whoever = siapapun • Whenever = kapanpun • However = bagaimanapun • What = apa • Whom = siapa (objek) • Why = kenapa • How many = berapa banyak • Whatever = apapun • Whomever = siapapun (objek) • Wherever = dimanapun
Whomever adalah objek dari kata kerja. Dalam American English, whonever jangan digunakan dan sangat formal, tetapi dalam british English, whonever (bukan whonever) digunakan sebagai objek. Misalnya:
• He makes friends easily with whonever be meets.
  Dia (lk) menjalin teman dengan mudah dengan siapapun yang dia temui.
  E.g:
  WH Question
• How can you climb up the tree?
  Bagaimana kamu bisa memanjat pohon itu?
  Noun clause
• How you can climb up the tree.
  Bagaimana kamu bias memanjat phon itu.
IV. Noun Clause sebagai Obyek to-Infinitive
• He wanted to know why they could not cope with (= solve) the problems themselves.
• I would like to know if there is a vacancy for a computer programmer here.
• She asked me to read what she had written

Selasa, 21 Mei 2013


                                                     










                                         

Sabtu, 11 Mei 2013

Tugas 3 Softskill Bahasa Inggris

DIRECT - INDIRECT SPEECH

Direct Speech (Kalimat Langsung) ialah kata-kata kalimat yang diucapkan langsung oleh si pembicara.
Indirect Speech (Kalimat Tak Langsung) ialah kalimat yang diucapkan untuk melaporkan kata-katansi pembicara kepada orang lain. Jadi, Indirect Speech (Reported Speech) digunakan bila kita ingin melaporkan kata-kata seseorang kepada orang lain secara tak langsung                                                                                                     

HOW TO CHANGE DIRECT TO IN DIRECT

1.        To be & Auxiliary Verbs
Direct                                       Indirect  
Am/is/are                    -             was/were
Shall/will                     -             should/would
Can                             -             could
May                            -             might
Must                          
Have/has to                 -             had to Ought to
 2.        Time & Place (keterangan waktu & tempat)
Direct                                       Indirect
now                                 -           then
tomorrow                         -           the following day
next week                        -           the following week
tonight                             -           that night
today                               -           that day
yesterday                         -           the day before
last night                          -           the night before
last week                         -           the week before
here                                 -           there
this                                  -           that
these                               -           those
 3.        Tenses
Direct                                       Indirect
Simple present                   -        simple past
Simple past
                                         -        past perfect
Present perfect
Present continous              -        past continous
Present perfect continous   -        past perfect continous
Simple future                     -        past future

REPORTING VERB 

I.         STATEMENT
Dalam Indirect Statement kita menggunakan kata that (bahwa) sebagai penghubung antara kalimat pengantar (introduce phrase) dan kata-kata yang dilaporkan (reported words). Kalimat-kalimat pengantar dalam indirect statement ialah :
He said
He said to me                    that + reported words
He told me

 - Mary told her friends “I have been to Bali twice.”
- Mary told her friends that she had been to Bali twice.

-   Father said “I am going out of town tomorrow”
-   Father said that he was going out of town the following day.

-   Mary told John “my father warned me last night”
-   Mary told John that her father had arned her the night before.

-   My sister said to me “I don’t like tennis”
-   My sister said to me that she didn’t like tennis.

-   Tom said “I didn’t go to school this morning”
-   Tom said that he hadn’t gone to school that morning.

Apabila kalimat pengantarnya dalam bentuk Simple Present Tense, maka kalimat yang dilaporkan tidak mengalami perubahan.
e.g  - John says “I will go to Bandung tomorrow”
- John says that he will go to Bandung tomorrow

-   Mary says “I have seen that film”
-   Mary says that she has seen that film.

-   My brother says “I met Tom at the party last night”
-   My brother says that he met Tom at the party last night.

-   Tom says “I don’t like English”
-   Tom says that he don’t like English.

 II.      COMMAND
Command dibagi dalam 2 (dua) bagian yaitu :
1.      Positive Command
Dalam perintah positif kita tambahkan to di depan kalimat perintahnya, sebagai penghubung antara kalimat pengantar dan perintah yang dilaporkan. Kalimat-kalimat pengantar dalam jenis ini ialah :
to + infinitive
He asked me
He told me

e.g   - He asked me “Open your book”
- He asked me to open my book.

-  Mary told me “Stop talking to Jane”
-  Mary told me to stop talking to Jane.

-  Mother asked John “Pay attention to what I say”
-  Mother asked John to pay attention to what she says.

-  John told Mary “Wait until I come”
-  John told Mary to wait until he comes.

-  The teacher said to the students “Be quiet while I am talking”
-  The teacher told the students to be quiet while she is talking.

2.      Negative Command
Dalam  perintah negatif kita tambahkan not  to di depan perintah yang dilaporkan.

e.g   - Mary told John “Don’t wait for me”
- Mary told John not to wait for her.

-  I told him “Don’t mention it to anyone”
-  I told him not to mention it to anyone.

-  Father asked her “Don’t go there alone”
-  Father asked her not to go there alone.

-  Ira asked Tom “Don’t come to my house again”
-  Ira asked tom not to come to her house again.

-  Mothers asked John “Don’t smoke too much”
-  Mother asked John not to smoke too much.


III.   QUESTION
Bila pertanyaan langsung (direct question) menggunakan kata-kata tanya seperti ; Where, When, Why, What, Who, How, dll, maka kata-kata tersebut digunakan sebagai penghubung dalam reported Speech. Pertanyaan yang dilaporkan berubaha menjadi bentuk positif. Kalimat pengantarnya ialah :

Positive Form
He asked me       where
                 When etc.  
e.g   - The man asked me : “Where do you live ?”
- The man asked me where I lived.

-  John asked Mary : “Why do you get angry with me ?”
-  John asked Mary why she got angry with him.

-  I asked him : “When did you get back from your trip ?”
-  I asked him when he had got back from his trip.

-  He asked me : “How will you go there ?”
-  He asked me how I would go there.

-  John asked the girl : “What is your name ?”
-  John asked the girl what her name was.

Bila pertanyaan langsung tidak menggunakan kata-kata tanya, dan hanya merupakan pertanyaan dalam bentuk “Yes & No Question”, maka kita menggunakan kata-kata if, whether (jika, apakah) sebagai penghubung antara kalimat pengantar dan pertanyaan yang dilaporkan.


e.g   - The boy asked John : “Does Mary live near  here?”
- The boy asked John if Mary lived near there.

-  The teacher asked her : “Have you finish your homework ?”
-  The teacher asked her if he had finished her homework.

-  Mary asked me : “Did you she John at the party the night before.
-  Mary asked me whether I had seen John at the party the night before.

-  We asked them : “Will you go to the movie with us tonight ?”
-  We asked them whether they would go to the movie with us that night.

-  Mother asked John : “Are you going to marry her ?”
-  Mother asked John if he was going to marry her.

Note :    Baik if maupun whether dapat digunakan bergantian

Softskill Bahasa Inggris - Tulisan

            SUDUT KENANGAN 
Tahun telah berlalu kawanIngatanku masih saja membayangkannyaDisudut kenangan kita melangkah bersamaMenggapai bahagia dan merasai asaYang tak pernah kita keluhkanTahun telah berlalu kawanIngatanku masih tertinggal jugaSaat di sudut mushola kecil tempat saling menyapaTempat saling membagikan sebuah arti kehidupanDalam DekapanNyaUkhuwah kita terjalinDalamMahabbahNya                                                            Kita mengenal sebuah makna persaudaraan                                                            
Tahun telah berlalu kawan                                                          
Kini tak kudapati lagi dirimu disini                                                            
Tapi Ingatan itu masih ada disini  
Tertinggal di sudut yang bernama kenangan